BAB
I
PENDAHULUAN
A. PENGANTAR ISBD
Ilmu dan pengetahuan ini merupakan
hasil proses berfikir mausia. Seara garis besar ilmu dan pengetahuan yang ada
didunia dapat dikelompokan menjadi 3 macam yaitu:
·
Ilmu-ilmu alamiah (Natural science)
Ilmu-ilmu
alamiah bertujuan untuk mengetahui yang terdapat dalam alam semesta. Untuk
mengkaji hal ini mengguakan metode ilmiah. Lalu dibuat analisis untuk
menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan yang
termasuk kelompok ilmu-ilmu ilmiah adalah : astronomi,fisika,kimia,biologi,kedokteraan,dan
medika
·
Ilmu-ilmu sosial (Social sciene)
Ilmu-ilmu
sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan. Yang terdapat dalam
hubungan antar manusia. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain :
ilmu ekonomi,sosiologi,politik,demografi,pisikologi,antropologi sosial, dan
sosiologi hukum.
·
Pengetahuan budaya (The Humanities)
Dibatasi
dengan pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) dan seni filsafat.
Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi kedalam berbagai bidang keahlian lain, seperti
: seni tari,seni rupa,seni musik, dan lain-lain.
B. HAKIKAT
DAN RUANG LINGKUP ISD DAN ISBD
1) Hakikat
Dan Ruang Lingkup ISD Dan IBD
Ilmu
ISD bertujuan untuk menangapi masalah-masalah sosial, khususya yang dihadapi
masyarakat indonesia. Pokok dari ISD adalah hubungan timbal balik antara
manusia dengan lingkungan. Sementara ruang lingkup dari kajian ISD itu sendiri
adalah sebagai berikut :
a. Individu,keluarga,
dan masyarakat
b. Masyrakat
kota dan desa
c. Masalah
penduduk
d. Pelapisan
sosial
e. Pemuda
dan sosialisasi
f. Ilmu
pengetahuan,teknologi, dan kemiskinan
Sedangkan
ilmu budaya dasar merupakan suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian. Umum tentang konsep-konsep yang
dibandingkan dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan.
Ruang
lingkup yang disajikan dari IBD adalah sebagai berikut :
a. Mausia
dan padangan hidup
b. Manusia
dan keindahan
c. Manusia
dan keadilaan
d. Manusia
dan tanggung jawab
e. Manusia
dan cinta kasih
f. Mausia
dan kegelisahan
g. Manusia
dan harapan
2) Hakikat
dan Ruang Lingkup ISBD
ISBD
merupakan pegabungan dari dua buah disiplin ilmu (matakuliah umum/MKU) yang
berdiri sendiri, yaitu ISD dan IBD . pada hakikatnya, ISBD bukanlah suatu
disiplin ilmu tersendiri. Melainkan lebih merupakan kajian interdisipliner.
Mata kuliah ini merupakan sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaran program
studi guna megantarkan mahasiswa memantapkan.kepribadian,kepekaan
sosial,kemampuan hidup bermasyarakat pengetahuan tentang pelestarian dan
pemanfaatan sumber daya alam (SDA). Pada hakikatnya ISBD bukanlah suatu disiplin
ilmu tersendiri melainkan lebih merupakan kajian diharapkan dapat membekali
mahasiswa dalam menghadapi tantangan sosial budaya dilingkungan sekitarnya.
Lebih lanjut ISBD diharapkan dapat pula membekali mahasiswa. Manusia yang
berbudaya adalah manusia yang meniaga tata aturan hidup. Jika seandainya
problem sosial budaya tidak dipecahkan, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi
sikap dan perilaku manusia yang menjurus kearah budaya yang tidak beretika.
Maka dapat dikatakan ISBD : adalah ‘’pengetahuan metodis,koheren,dan sistem
yang mengkaji realitas/kedudukan manusia sebagai makhluk individual sosial dan
budaya.
C. ISBD
SEBAGAI MATAKULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) DAN PENDIDIKAN UMUM.
1. ISBD
Merupakan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)
Dalam
suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum terdiri atas:
·
Kelompok matakuliah pengembangan
kepribadian (MPK)
·
Kelompok matakuliah keilmuan dan
keterampilan (MKK)
·
Kelompok matakuliah keahlian berkarya
(MKB)
·
Kelompok matakuliah perilaku berkarya
(MPB)
·
Kelompok matakuliah berkehidupan
bermasyarakat (MBB)
A. Visi
ISBD sebagai MBB
Mengantarkan
mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan, sosial kemempuan hidup
bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber daya alam
dan lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu
pengetahuan,teknologi, dan seni
B. Misi
ISBD Sebagai MBB
Menumbuh
kembangkan daya kritis,daya kreatif,apresiasi,dan kepekaan mahasiswa terhadap
nilai-nilai sosial dan budaya demi menetapkan kepribadiaannya sebagai bekal
hidup bermasyarakat
C. Kompentensi
ISBD Sebagai MBB
Standar
kompentensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa meliputi berfikir kritis,kreatif
sistemantik dan ilmiah terhadap pelestarian sumber daya alam (SDA) dan
lingkungan hidup,mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu
pengetahuan,teknologi,dan seni, serta dapat ikt berperan mencari solusi
pemecahan masalah sosial,budaya,dan lingkungan hidup secara arif.
D. Metode
pembelajaran ISBD sebagai MBB
Sebagai
kelompok MBB,ISBD Harus diajarkan dengan metode sebagai berikut.;
1. Proses
pembelajaran diselengarakan secara interaktif,inspiratif,menyenangkan,menantang
serta memotivasi peserta didik agar dan untuk berpartisipasi aktif.
2. Pembelajaran
yang diselangarakan merupakan proses yang mendidik yang didalamnya terjadi
pembahasan kritis,analitis,induktif,deduktif dan reflektif
3. Pembelajaran
yang diselenggarakan dalam bentuk aktivitas proses pembelajaran seperti kuliah
tatap muka,ceramah,dialog (diskusi)
4. Pembelajaran
yang meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan kesadaraan bahwa
pembelajaran berkehidupan bermasyarakat yang merupakan kebutuhan hidup untuk
dapat eksis dalam kehidupan global.
Melalui
visi,misi kompetensi dan metode pembelajaran ISBD tersebut diatas,diharapkan
tujuan yang ingin dicapai oleh ISBD dapat terlaksana sehingga pesrta didik
nantinya dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ditengah-tengah masyarakat.
Artinya ISBD tidak mengingginkan pesrta
didik yang hanya berperan sebagai ‘penonton’ dalam masyarakat.
2. ISBD
Sebagai program pendidikan umum
Sistem
pendidikan modern cendrung mengarah pada suatu proses “dehumanisasi” yang
ditandai oleh penajaman kejian keilmuan atau spesialisasi berlebihan dalam
bidang-bidang tertentu, tetapi merupakan aspek pembentukan karakter. Mereka
menjadi suatu generasi yang miskin akan nilai-nilai kemanusiaan yang hakikat
mereka masuk kedalam persaingan global dengan menghalakan segala cara demi
mencapai kesuksesan material semata. Di amerika serikat,konsep general
education diadakan.dan dilatar belakangi oleh alasan berikut (dalam laporan
lima puluh tahunan dari nartion sciety for the study of eductaion tahun 1958)
·
Sebagai reaksi masyarakat terhadap
spesialisasi keilmuan yang berlebihan,dimana para spesialis telah
“mendewasakan” hasil-hasil temuannya yang menakjubkan,sementara mereka lupa
pada nilai-nilai ensensial kemanusiaan
·
Sebagai reaksi terhadap kepincangan
penguasaan minta-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas
·
Sebabai reaksi terhadap formalism dalam
pendidikan liberal.
·
Sebagai reaksi terhadap pengotak-kotakan
kurikulum dan pecahanya pengalaman belajar siswa
Di
indonesia,konsep general education yang diartikan dengan pendidikan umum
berangkat dari undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional. ISBD disamping matakuliah umum artinya, semisal pendidikan
kewarganeggaran dan bahasa mengambil peran sebagai program pendidikan umum yang
bersifat mangantar mahasiswa untuk memiliki kemampuan personal. (kemampuan
pribadian yang meliputi sikap,tingkah laku dan nilai-nilai).
Dalam
hal ini kemampuan personal yang harus dimiliki oleh mahasiswa adalah berkaitan
dengan kemampuan mereka untuk menempatkan diri sebagai anggota masyarakat yang
tidak terpisahkan dari masyarakat itu sendiri,serta kemampuan untuk memiliki
tanggung jawab sosial kemasyarakataan
D. ISBD
SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA
Seperti yang telah diketahui bahwa
ISBD merupakan disiplin ilmu yang memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan
konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mahasiwa mampu mengkaji alternatif
pemecahan atas masalah tersebut. Artinya berdasarkan pemahaman yang diperoleh
dari kajian ISBD , mahasiswa dapat mengoreantasikan diri untuk selanjutnya
mampu mengetahui kearah mana pemecahan masalah harus dilakukan.
Dari penjabaran di atas, tidak
mengherankan jika kemudian perguruan tinggi memberlakukan ISBD sebagai
matakuliah wajib untuk berbagai jurusan/program studi. Tujuannya agar
pendekatan sosial dan budaya dapat dipertimbaangkan dalam rangka mencari
alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam masyarakat.
BAB
II
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
A. HAKIKAT
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
1. HAKIKAT
MANUSIA
Manusia
adalah makhluk yang luar biasa kempleks dan sempurna yang di ciptakan oleh
tuhan yang maha esa. Manusia diciptakan dengan memiliki keunikan tersendiri
manusia yang satu tidak akan bisa menjadi seperti manusia lainnya.walau
bagaimanapn upayannya untuk mengidentifikasikan dirinya dengan manusia lain
tersebut .manusia hanya bisa menjadi dirinya sendiri karena itulah dirinya dan
itulah hakikatnya dirinya sebagai manusia yang melekat dalam pribadinya
sendiri.
Manusia
memiliki daya indra (panca indra) dan daya rasa. Panca indra adalah alat
penghubung manusia dengan lingkungan sekitar/dunia luar semua gejala yang ada
pada diri manusia merupakan hasil pengenalannaya dengan lingkungan manusia yang
dibagi dalam tiga tingkatan yaitu stadium estetis ,stadium etis ,stadium
relegius .
Berdasarkan
pendapat kierkegaard diatas, maka stadium relegius yang menyatakan bahwa
manusia sebagai subjek yang individual dalam hubungannya dengan tuhan inilah
yang akan membuat manusia mengetahui eksistensinya dan merubah tingkah lakunya
berdasarkan keimanan yang dimilikinya.
2. HAKIKAT
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia
dapat diartikan,manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan tuhan di dunia
(bumi) dengan berfikir akan membuat manusia menjadi aktif berbuat demi
kepentingan dan peningkatan kualitas martabat hidupnya. Kebututuhan manusia
dalam hidup dibagi menjadi lima tingkatan-tingkatan tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Kebutuhan
fisilogis
b. Kebutuhan
akan rasa aman dan perlidungan
c. Kebutuhan
sosial
d. Kebutuhan
akan penghargaan
e. Kebutuhan
akan aktualisasi diri
Lebih
lanjut dengan akar pula , manusia mampu menciptakan kebudayaan.sebagai makhluk
pencinta kebudayaan, maka manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya.
Makhluk yang berbudaya akan berfikir tentang bagaimana cara nya menggunakan
hewan atau binatang untuk lebih memudahkan kerja manusia dan menambah hasil
usahanya dalam kaitannya untuk pemenuhan kepentingan dan kebutuhan hidup
sehari-hari
B. APRESIASI
TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
1. APRESIASI
TERHADAP KEMANUSIAAN
Kemanusiaan
berarti hakikat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi
martabatnya dan patut untuk diberikan apresiasi (penghargaan). Kemanusiaan
mengambarkan sifat yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Sebagai makhluk
ciptaan tuhan. Manusia memiliki harkat dan derajat yang tinggi jika
dibandingkan dengan makhluk lainnya
2. APRESIASI
TERHADAP KEBUDAYAAN
berdasarkan
defenisi soerjono soekanto (2003;173) yang menyatakan bahwa budaya terdiri dari
segala suatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif , yang
mencakup segala cara atau pola-pola berfikir , merasakan , dan
bertindak.berdasarkan definisinya itu harsojo mengemukakan pokok-pokok
kebudayaan sebagai berikut:
a. Kebudayaan
yang terdapat antara umat manusia itu sangat beranekaragam
b. Kebudayaan
itu berstruktur
c. Kebudayaan
itu dinamis
d. Kebudayaan
itu terbagi dalam berapa aspek
C. ETIKA
DAN ESTETIKA BERBUDAYA
1. ETIKA
DALAM BERBUDAYA
Ahmad
amin (1993) mengemukakan bahwa etika memiliki arti sebagai ilmu pengetahuan
yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dicapai
oleh manusia dalam perbuatan dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang
seharusnya diperbuat oleh manusia. Jika dikaitkan dengan kebudayaan, maka
manusia yang beretika akan menghasilakan budaya yang memiliki nilai etika
adalah budaya yang mampu menjaga, mempertahankan ,bahkan mampu meningkatkan
harkat dan martabat manusia itu sendiri sebagai pencipta kebudayaan
2. ESTETIKA
DALAM BERBUDAYA
Kata
estika dikutup dari bahasa yunani,yaitu nisthetikas atau aistanomai yang
berarti mengamati dengan indra (kellerman, 1977;18)
Pengertian
tersebut juga berkaitan dengan istilah nestheis yang berarti pengamatan.oleh
karena itu estetika berbudaya tidak semata-mata dalam berbudaya harus memenuhi
nilai-nilai keindahan .
D. MEMANUSIAKAN
MANUSIA
Memanusiakan
manusia berarti perilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati
harkat dan derajat manusia lainnya memanusiakan manusia adalah tidak menindas
sesamanya.contoh memanusiakan manusia adalah : jokowi (gubernur DKI jakarta)
yang memindahkan pedagang kaki lima menjabat sebagai wali kota surakarta. Tanpa
menggusur secara paksa,pedagang kaki lima pindah. Dijakarta pun,setelah
menjabat gubernur ia membangun tanpa menggusur
Berikut
bentuk dinamika kebudayaan:
a. Penertrasi
kebudayaan
b. Pewarisan
kebudayaan
c. Perubahan
kebudayaan
d. Penyebaran
kebudayaan(difusi)
BAB
III
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
A. HAKIKAT
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
Jadi unsur manusia sebagai makhluk
individu dan sosial adalah hakikat manusia berdasarkan sifat-sifat kodrati yang
melekat pada dirinya yang telah ada sejak manusia diciptakan.
1. Manusia
sebagai makhluk individu sebagai makhluk individu merupakan pribadi yang
terpisah berbeda dari pribadi yang lainnya karena memiliki sifat. Watak keingginan
kebutuhan dan cita-cita yang berbeda satu dengan lainnya.ada pandangan yang
mengembangkan pemikiran bahwa manusia pada dasarnya adalah individu yang bebas
dan merdeka,yaitu paham individualisme yang menekankan pada kekhususan
,martabat,hak,dan kebebasan orang perorang yang tidak terkait dengan masyarakat
atau pun megara.
2. Manusia
sebagai makhluk sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah
makhluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan artinya. Manusia selalu
hidup bersama dengan manusia sebagai makhluk sosial lainnya. Faktor yang
menyebabkan manusia selalu hidup bermasyarakat antara lain adanya dorongan
kesatuan biologis yang terdapat dalam naluri manusia , misalnya:
a. Hasrat
untuk memenuhi keperluan makan dan minum
b. Hasrat
untuk membela diri
c. Hasrat
untuk mengadakan keturunan
3. Pentingnya
sosialisasi bagi manusia sebagai makhluk individu
Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai
makhluk individu manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia pasti sangat
membutuhkan orang lain (proses sosialisasi) sehingga manusia disebut juga
sebagai makhluk sosial. Bisa disimpulkan bahwa manusia sebagai makhluk individu
sangat membutuhkan individu lainnya untuk bersosialisasi proses sosialisasi
akan membuka berbagai macam cakrawalla pengetahuan yang besar bagi setiap
individu.
B.
PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
DAN SOSIAL
1. Peran
manusia sebagai makhluk individu adalah sebagai berikut:
a. Mewujudkan
harkat dan martabat yang mulia
b. Mengupayakan
terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia
c. Merelasasikan
segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup
d. Menuntut
ilmu pengetahuan merekayasa teknologi serta memanfaatkan nya untuk kemakmuraan
dan kesejahteraan
2. Peranan
manusia sebagai makhluk sosial adalah sebagai berikut:
a. Melakukan
interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok
b. Menciptakan
norma yang mengatur kehidupan sosial
c. Mengupayakan
terlaksananya kewajiban
C.
DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL
Dalam
kehidupan sehari-hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara
satu dengan yang lainnya untuk dapat berinteraksi adapun bentuk interaksi
sosial sebagai berikut (grilln and giilin 1942):
1. Asosiatif
yaitu proses yang mengarah kepada persatuan meliputi :
a. Akomondasi
b. Asimilasi
c. Akulturasi
2. Disasosiatif
, yaitu proses interaksi yang mengarah kepada perpacahan meliputi:
a. Persaingan
b. Pertikaian/pertentangan
c. Kontroversi
Salah satu syarat terjadinya interaksi
sosial adalah adanya kontak sosial dan komunikasi
·
Kontak sosial adalah berasal dari bahasa
inggris yang berarti “contact” berasal dari bahasa latin yaitu “con” atau “com’
yang artinya bersama-sama dan tongere yang artinya menyentuh jadi kontak
berarti sama-sama menyentuh kontak sosial itu sendiri dapat memiliki
sifat-sifat sebagai berikut :
a. Bersifat
negatif dan positif
b. Bersifat
primer dan sekunder
·
Komunikasi
Komunikasi adalah proses memberikan
tafsiran pada perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan ,gerak badan atau
sikap,serta perasan-perasan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut
D.
DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN
KEPENTINGAN MASYARAKAT
Dilema
ini mengacu pada pertanyaan , kepentingan mana yang harus didahulukan?
Pertanyaan ini menimbulakan dua pandangan yang saling bertolak belakang yang
dipegang oleh suatu kelompok masyarakat. Mereka yang menganut pandangan individualisme ini mementang
intervensi dari kelompok masyarakat bahkan negara atas pilihan pribadi mereka
oleh karena itu , pandangan individualisme ini melawan segala pendapat.
Sedangkan sosialisme itu sendiri merupakan suatu pandangan yang berpendapat
bahwa kepentingan masyarakat yang harus diutamakan, yang mementingkan secara
keseluruhan.
BAB
IV
MANUSIA
DAN PERADABAN
A. HAKIKAT
PERADABAN
Peradaban
berasal dari kata “adab” yang artinnya akhlak kesopanan atau kehalusan budi
pekerti , atau yang merunjuk pada sifat yang tinggi dan mulia.masyarakat adab
pada dasarnya merupakan keinginan yang tulus dari manusia sebagai makhluk
beradab. Masyarakat adab tidak akan mungkin tercipta tanpa dukungan oleh
keinginan manusia beradab untuk membentuknya. Demikian juga masyarakat adab
tidak akan mungkin ada jika menulisnya tidak beradab.
B. EVOLUSI
BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN
SOSIAL BUDAYA
1. Evolusi
budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur dan pola budaya dalam suatu
masyarakat evolusi budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa
Manusia
mengalami evolusi dalam 2 kali periode :
a. Masa
prasejarah atau nirleka
b. Masa
sejarah
Peradaban
antara periode pra sejarah dan periode sejarah adalah:
Pada
masa pra sejarah manusia belum mengenal tulisan sedangkan pada masa sejarah
sudah mengenal tulisan
·
BAHASA
Bahasa
merupakan “suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran
seseorang kepada orang lain.
Jenis-jenis
zaman :
a. Zaman
batu
Zaman
batu terjadi sebelum zaman logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama
dibuat sebagai batu disamping kayu dan tulang zaman batu ini diperiodesasikan
lagi menjadi zaman antara lain.
1. Paleolitik
(zaman batu tua)
2. Neolitik
3. Megalitik
b. Zaman
logam
Pada
zaman logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam disamping alat-alat
dari batu.orang sudah mengenal teknik melebur logam,mencetaknya menjadi
alat-alat yang diinginkan.
Zaman
logam ini dibagi atas :
1. Era
tembaga
2. Era
perunggu
3. Zaman
besi
C. DINAMIKA
PERADABAN SOSIAL
Perkembangan
kebudayaan yang telah mencapai taraf atau tingkatan tertentu yang diperoleh
manusia pendukungnya tercermin dari pada tindakan dan tingkah laku serta
teknologi yang dikaitkan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang
tinggi.contoh tantangan alam dan respons manusia (penerapan teknologi). Untuk
mengatasi tantangan alam itu adalah :
1. Daerah
yang tandus dan kering,disikapi dengan menerapkan sistem.pertanian mengguakan
sistem pot bertingkat (vertikular).
2. Daerah
rawan gempa disikapi dengan membuat rumah yang anti gempa dan lain sebagainya.
D. PROBLEMATIKA
PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
Peradaban
global dewasa ini telah menciptakan era globalisasi ketika globalisasi diambil
dari kata global,yang maknanya universal globalisasi belum memiliki definisi
yang mapan,kecuali sekedar definisi kerja (working definition)
Problema
peradaban global (era globalisasi). Tidak bisa di pungkiri bahwa pada peradaban
global yang menciptakan era globalsasi dewasa ini,dengan berkembangnya
teknologi,terutama pada teknologi komunikasi,membuat cakrawala/ilmu pengetahuan
masyarakat semakin terbuka.
BAB V
MANUSIA , KERAGAMAN, DAN KESETARAAN
A. HAKIKAT
KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA
1. Makna
keragaman manusia
Keragamaan
berasal dari kata ragam yang berarti
“macam,jenis,warna,corak”.berdasarkan kamus besar bahasa indonesia. Ada
tiga macam istilah yang digunakan untuk mengambarkan masyarakat yang beragam
yang terdiri dari ras,agama,bahasa,dan budaya yang berbeda yaitu :
a. Masyarakat
pultura
b. Masyarakat
majemuk
c. Masyarakat
multikultural
Keragaman
itu baik dari tingkat individu maupun tingkat sosial merupakan kenyataan yang
harus dihadapi dan dialami
2. Makna
kesetaraan manusia
Kesetaraan
berasal dari kata setara atau sederajat yang berarti “sama tingkatannya”.jika
dikaitkan dengan keragaman,maka kesetaraan memiliki makna sebagai suatu kondisi
dimana dalam perbedaan dan keragamaan yang ada, manusia tetap memiliki
kedudukan.
Berdasarkan
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keragaman yang ada tidak membuat manusia
menjadi tidak sederajat atau tidak sama setara, akan tetapi manusia tetap
setara atau sederajat dengan manusia lainnya walaupun memiliki perbedaan.
B. KEMAJEMUKAN
DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Majemuk
berarti “banyak ragam,beraneka jenis” ciri utama masyarakat mejemuk adalah :
“hidup berkelompok yang berdampingan secara fisik,tetapi terpisah oleh kehidupan
sosial dan tergabung dalam sebuah satuan politik. Diindonesia sendiri, sebagai
sebuah negara yang majemuk, kemajemukan masyarakat indonesia itu berdasarkan
atas unsur ras dan etnik
1. Ras
Ras
adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia
dalam populasi atau kelompok besar dan kesukuan yang diwarisi berdasarkan
karakter biologis, manusia dapat dikelompokan dalam bagian ras, antara lain:
a. Ras
kaukasoid
b. Mongoloid
c. Negroid
d. Australoid
e. Melanesia
2. Etnik
atau suku bangsa
Etnik
adalah suatu kelompok masyarakat yang sebagian besar secara biologis maupun
berkembang biak dan bertahan,mempunyai nilai budaya sama dan sadar akan
kebersamaan dalam suatu bentuk budaya.
C. KEMAJEMUKAN
DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA
1. Kemajemukan
sebagai kekayaan bangsa indonesia
Kekayaan
yang terefleksi dari kemajemukan etnis,budaya dan agama mengantarkan indonesia
menjadi sebuah negera dengan kekuatan budaya yang khas didunia. Sekaligus
mengantarkan indonesia menjadi cermin bangsa-bangsa didunia yang mampu menyatu
dalam kemajemukan
2. Kesetaraan
sebagai warga bangsa indonesia
Kesetaraan
dalam derajat kemanusiaan dapat terwujud dalam praktik nyata dengan adanya
pranata-pranata sosial,terutama pranata hukum,yang merupakan mekanisme kontrol
yang secara ketat dan adil mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip-prinsip
kesetaraan dalam kehidupan nyata.
BAB VI
HAKIKAT FUNGSI DAN PERWUJUDAN NILAI
MORAL DAN HUKUM
A. HAKIKAT
FUNGSI DAN PERWUJUDAN NILAI
1. HAKIKAT
FUNGSI DAN PERWUJUDAN
Pengertian
nilai menurut (dalam agung s.s raharjo,2009) mengemukakan bahwa nilai adalah
asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tetang apa yang dianggap penting
dalam masyarakat.
Nilai
itu sendiri terbagi menjadi 2,yaitu nilai bersifat objektif dan bersifat
subjektif.nilai memiliki fungsi antara lain sebagai berikut :
a. Fungsi
nilai sebagai standar
b. Fungsi
nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan
c. Fungsi
motivasi
2. Hakikat,
fingsi , dan perwujudan moral
Penegrtian
moral dalam bahasa indonesia adalah akhlak atau kesusilaan yang mengandung
makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing
tingkah laku batin.moral berfungsi sebagai landasan dan patokan bertindak bagi
setiap orang dalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah kehidupan sosial
kemasyarakatan maupun dalam lingkungan keluarga. Sumaryono (1995)
mengklasifikasikan moralitas atas beberapa bagian,yaitu sebagai berikut :
a. Moralitas
objektif
b. Moralitas
subjektif
c. Moralitas
intrinsik
d. Moralitas
ekstrinsik
3. Hakikat,
fungsi, dan perwujudaan hukum
Pengertian
hukum menurut plato menyatakan bahwa hukum adalah sistem peraturan-peraturan
yang tertarur dan tersusun baik yang mengikat masyarakat. Berdasarkan definisi
diatas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya hukum merupakan seperangkat
aturan dalam masyarakat yang sanksi bagi pelanggarnya.tujuan hukum adalah untuk
menjamin kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus bersendikan pada
rasa keadilan. Hukum merupakan perwujudan dari norma. Norma hukum itu sendiri
berasal dari norma agama norma kesusilaan dan norma kesopanan
B. KEADILAN,KETERTIBAN,
DAN KESEJAHTERAAH
1. Hakikat
keadilan yang berarti menempatkan sesuatu ditengah,tidak berat sebelah atau
menempatkan suatu pada tempatnya. Keadilaan adalah kondisi kebenaraan ideal
secara moral mengenai sesuatu hal.baik menyangkut benda atau orang. Keadilan
memiliki tingkat kepentingan yang besar.
2. Hakikat
ketertiban
Yang
berarti aturan atau peraturan yang baik (kamus besar bahasa/KBBI, 2008) .
ketertiban didukung oleh tatanan yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai
sifat yang tidak sama pula.
3. Hakikat
kesejahteraan
Kesejahteraan
merupakan dambaan bagi setiap individu di dalam kesejahteraan berarti manusia
sudah berada pula pada kondisi makmur, dalam artian mampu mencakupi keutuhan hidup
manusia sendiri
C. PROBLEMANTIKA
NILAI,MORAL,DAN HUKUM DALAM MASYARAKAT DAN NEGARA
1. Problematika Nilai
Nilai
yang menjadi pegangan seseorang atau sesuatu kelompok dalam mengatur tingkah
laku dalam kehidupan kelompok tersebut,tentunya tidak akan terlepas dari
tindakan-tindakan pelanggaran atas nilai itu sendiri ,bagi masyarakat
profesi,nilai diwujudkan dengan membuat kode etik profesi yang berisi
nilai-nilai yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan sekaitan dengan profesi
yang diembannya.
2. Problematika
moral
Problematika
moral terjadi karena pelanggaran terhadap moral,antara lain ; kasus
perselingkuhan yang dilakukan sejumlah guru,baik antara sesama guru maupun
dengan siswa. Moral yang dimiliki seseorang juga akan memicu “transfer” moral
kepada temannya,apalagi dalam dunia remaja.
3. Problematika
hukum
Problema
hukum selanjutnya adalah hukum selalu digunakan oleh penguasa sebagai “alat
legitimasi” untuk berbuat semaunya. Hukum diciptakan bukan untuk kebaikan
berasama, tetapi lebih untuk menguntungkan salah satu pihak atau kelompok saja
menyengsaraakan masyarakat banyak.
Problematika
nilai,moral dan hukum dalam masyarakat dan negara yang berupa pelanggaran
terhadap nilai,moral, dan hukum di atas memiliki perbedaan masing-masing.
BAB VII
MANUSIA,SAINS,TEKNOLOGI, DAN SENI
A. HAKIKAT
DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI ,DAN SENI BAGI MANUSIA
1. Hakikat
dan makna sains
Sains merupakan ilmu yang bersifat
teoritis,sehingga sains tidak memiliki wujud. Dan hanya bisa dipelajari dan
nantinya akan menghasilkan teknologi.sians dikatakan sebagai ilmu karena sains
memenuhi unsur-unsur /ciri-ciri suatu ilmu yaitu sistematika, adanya objek
kajian ruanglingkup kajian, dan memiliki metode yang diterapkan serta
dikembangkan. Beradasarkan uraian diatas , dapat disimpulkan bahwa ilmu
(sains) sesungguhnya merupakan
pengetahuan yang sudah mencapai taraf tertentu yang telah memenuhi sistematika,memiliki
objek kajian dan metode pembahasan akan kajian tersebut.
Selanjutnya ilmu pengetahuan dikatakan
harus berpijak pada sistem nilai, akan tetapi harus diakui bahwa untuk
perkembangan ilmu pengetahuan, ia dapat bebas “ dari nilai.
2. Hakikat
teknologi
Selanjutnya
borwn (1980) menyatakan bahwa teknologi
pada hakikatnya merupkan penerapan oleh manusia guna mengerjakan suatu yang
diinginkan. Sebagai contoh, pada abad-abad sebelum adanya alat bedah canggih,
seorang pasien yang memerlukan operasi pembedahan harus menghadapi alat-alat
operasi yang mengertikan tanpa obat bius.
Teknologi
digunakan untuk memanfaatkan gejala alam dan mengubahnya.
3. Hakikat
seni
Seni
pada hakikatnya bisa dilihat dalam inetraksi ekspresi dari kreativitas manusia.
Seni juga dapat dikatakan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang
mengandung unsur keindahan. Seni selalu berkembang seiring bergulingnya waktu
dan hanya dibatasi oleh kempuan dan kesempatan sang seiman pada zamanya/waktu
tertentu . walau begitu seni tetaplah merupakan benda mati yang bentuknya
bergantung kepada keinginan pencipta/pembuatannya.
4. Aplikasi
sains, teknologi dan seni
Ilmu
pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) memiliki hubungan yang sangat erat.
Ilmu pengetahuan dapat diaplikasikan melalui teknologi sehingga dikatakan bahwa
“science without technology has no
fruit,technology without science has no root” (sains tanpa teknologi bagai
pohon tak berbuah, teknologi tanpa sains bagai pohon tak berakar). Dalam
perkembangannya, IPTEKS kemudian diaplikasi dalam kehidupan secara lebih modern
(peradaban). Saat ini manusia sudah mengaplikasikan IPTEKS dengan menciptakan
teknologi canggih yang digunakan untuk mempermudah dan meringankan beban kerja
mereka.
B. DAMPAK
PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
Pada saat ini perkembangan IPTEKS sudah
sedemikian pesatnya, bahkan telah berpengaruh baik secara langsung maupun tidak
langsung bagi kehidupan manusia dan pengaruh tersebut menyangkut pola pikir,
pola kerja, pola hidup maupun tingkah lakunya. Semestinya semakin tinggi penguasaan
terhadap IPTEKS harusnya manusia semakin kritis dalam berpikir, semakin
disiplin dalam bekerja dan semakin efisien dalam bertindak. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa IPTEKS memiliki dampak positif dan negatif. Secara umum
dampak positif dari kemajuan ipteks adalah kemajuan-kemajuan dalam
beraktivitas.
C. PROBLEMATIKA
PEMANFAATAN IPTEKS INDONESIA
Ada
empat ilmu pengetahuan dan teknologi strategis yang akan menentukan masa depan
dunia, yaitu: material,energi,mikroelektronik, dan bioteknologi (rahardi
ramelan, dalam herimanto dan winarno,2010:165). Seperti yang sering disinggung
sebelumnya,pemanfaatan IPTEKS oleh manusia terutama dalam memudahkan pemenuhan
kebutuhan hidup. Contoh sederhana adalah dengan dikembangkan sarana
transportasi,manusia bisa bergerak dan melakukan mobilisasi dengan cepat.
BAB VIII
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
A. HAKIKAT
DAN MAKNA LINGKUNGAN BAGI MANUSIA
Manusia
merupakan makhluk yang cepat beradaptasi dengan
lingkungan. Adaptasi ini sangat diperlukan agar manusia dapat bertahan
hidup dari seleksi alam. Oleh sebab itu makna lingkungan sebagai tempat tinggal
manusia juga sebagai teman hidup manusia. Dalam ilmu biologi,lingkungan adalah
kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam,seperti :
tanah air,energi surya, mineral, serta flora,dan fauna yang meliputi ciptaan
manusia seperti keputusan bagaimana mengunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan dapat dibentuk lingkungan buatan adalah lingkungan fisik. Lingkungan
alam adalah keadaan yang diciptakan oleh tuhan untuk manusia,seperti air,
tanah, pohon, udara, sungai, dan lain sebagainya.
B. KUALITAS
LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
1. Lingkungan
dan kesejahteraan
Lingkungan
dapat diberikan sumber kehidupan agar manusia menjadi sejahtera , artinya
lingkungan hidup menjadi sumber dalam mendukung kehidupan, dan diharapkan mampu
memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia. Kondisi itu masih berlanjut
hingga sekarang. Dewasa ini pun manusia tetap menginginkan lingkungan yang
mampu mendukung kesejahteraan. Beda dengan zaman dahulu jika manusia selalu
berpindah jika lingkungan sudah dianggap tidak mampu lagi memberi
kesejahteraan,maka sekarang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memiliki, manusia tidak lagi perlu hidup berpindah (modern)
2. Penduduk
,lingkungan, dan ,kesejahteraan
Penduduk
memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan dan kesejahteraan. Penduduk
merupakan orang-orang yang berdomisili atau tinggal disuatu Tempat (Lingkungan)
secara bersama-sama menyelengarakan kehidupannya dalam jangka waktu yang lama.
Artinya penduduk membutuhkan lingkungan untuk bisa hidup menetap dan mengembangkan
diri. Akan tetapi, suatu hal yang tidak boleh dilupakan untuk melakukan
pembangunan guna mancapai kesejahteraan adalah kualitas penduduk. Penduduk yang
berkualitas (meliputi tingkat pendidikan,skill, dan etos kerja) akan mampu
melakukan pembangunan yang berdaya guna tinggi sehingga akan menciptakan
kesejahteraan.
C. PROBLEMATIKA LINGKUNGAN
SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT
1. Problematika
pengelolahan lingkungan
Lingkungan
dapat mengalami suatu perubahan dalam proses interaksi dengan hidup manusia.
Perubahan lingkungan banyak terjadi di daerah kota bila dibandingkan dengan
daerah pelosok (pedesaan) dimana penduduknya lebih sedikit dan terkesan
“primitif”. Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia.
Dampak dari perubahan lingkungan belum tentu sama, tetapi manusia yang memiliki
kemampuan berfikir dan penalaran yang tinggi, memiliki budaya, pranata sosial
dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang, makanya manusia
diharapkan mampu untuk menghadapi serta mengatasi.
·
Berikut diberikan contoh perubahan
lingkungan yang berdampak positif
a. Penebangan
pohon untuk dimanfaatkan kayunya yang berdampak kembai pohon untuk mengganti
yang telah ditebang
b. Penanaman
kembali pohon karena kebakaran untuk daerah resapan air dan mencegah erosi
·
Sementara itu , berikut merupakan contoh
perubahan lingkungan yang berdampak negatif
a. Terjadinya
erosi karena penggundulan hutan
b. Berkurangnya
ekosistem yang hidup di air karena terjadi pencemaran di air
2. Problematika
lingkungan sosial budaya
Selain
berinteraksi dengan lingkungan manusia juga berinteraksi dengan manusia lain.
Lingkungan tempat manusia mengadakan interaksi dengan manusia lain disebut
dengan lingkungan sosial budaya, karena disanalah manusia melakukan sosialisasi
dengan sesama manusia dan menciptakan kebudayaan. Problematika dalam lingkungan
sosial budaya masyarakat merupakan permasalahan karena menyangkut tata kelakuan
yang abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum, dan bersifat merusak. Problema
sosial timbul dari kekuranggan dalam diri manusia atau kelompok manusia yang
bersumber dari faktor ekonomi (seperti kemiskinan,kelaparan,pengangguran),
biologis (seperti wabah penyakit). (seperti: bunuh diri,sakit jiwa), dan
kebudayaan (seperti: perceraian,kejahatan,kenakalan anak, sehingga konflik
ras.)
Beberapa contoh permasalahan lingkungan yang sering
terjadi adalah sebagai berikut :
a. Kekeringan
b. Banjir
c. Longsor
d. Erosi
e. Intrusi
air laut
f. Kebakaran
hutan
Wabah penyakit adalah
wabah istilah untuk menyebutkan kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang
luas dan pada banyak orang maupun untuk menyebutkan penyakit yang menyebar
tersebut. Wabah dapat terbatas pada lingkup hidup yang lebih luas atau bahkan
lingkup global.
DAFTAR PUSTAKA
Budi juliardi.2014, ilmu sosial budaya dasar . Bandung. Alfabeta