Selasa, 15 November 2016

BAB I
PENDAHULUAN

A.    PENGANTAR  ISBD
Ilmu dan pengetahuan ini merupakan hasil proses berfikir mausia. Seara garis besar ilmu dan pengetahuan yang ada didunia dapat dikelompokan menjadi 3 macam yaitu:

·         Ilmu-ilmu alamiah (Natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan untuk mengetahui yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini mengguakan metode ilmiah. Lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan yang termasuk kelompok ilmu-ilmu ilmiah adalah : astronomi,fisika,kimia,biologi,kedokteraan,dan medika

·         Ilmu-ilmu sosial (Social sciene)
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan. Yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain : ilmu ekonomi,sosiologi,politik,demografi,pisikologi,antropologi sosial, dan sosiologi hukum.

·         Pengetahuan budaya (The Humanities)
Dibatasi dengan pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) dan seni filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi kedalam berbagai bidang keahlian lain, seperti : seni tari,seni rupa,seni musik, dan lain-lain.

B.     HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISD DAN ISBD
1)      Hakikat Dan Ruang Lingkup ISD Dan IBD
Ilmu ISD bertujuan untuk menangapi masalah-masalah sosial, khususya yang dihadapi masyarakat indonesia. Pokok dari ISD adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan. Sementara ruang lingkup dari kajian ISD itu sendiri adalah sebagai berikut :
a.       Individu,keluarga, dan masyarakat
b.      Masyrakat kota dan desa
c.       Masalah penduduk
d.      Pelapisan sosial
e.       Pemuda dan sosialisasi
f.       Ilmu pengetahuan,teknologi, dan kemiskinan

Sedangkan ilmu budaya dasar merupakan suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian. Umum tentang konsep-konsep yang dibandingkan dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ruang lingkup yang disajikan dari IBD adalah sebagai berikut :
a.       Mausia dan padangan hidup
b.      Manusia dan keindahan
c.       Manusia dan keadilaan
d.      Manusia dan tanggung jawab
e.       Manusia dan cinta kasih
f.       Mausia dan kegelisahan
g.      Manusia dan harapan

2)      Hakikat dan Ruang Lingkup ISBD
ISBD merupakan pegabungan dari dua buah disiplin ilmu (matakuliah umum/MKU) yang berdiri sendiri, yaitu ISD dan IBD . pada hakikatnya, ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu tersendiri. Melainkan lebih merupakan kajian interdisipliner. Mata kuliah ini merupakan sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaran program studi guna megantarkan mahasiswa memantapkan.kepribadian,kepekaan sosial,kemampuan hidup bermasyarakat pengetahuan tentang pelestarian dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA). Pada hakikatnya ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu tersendiri melainkan lebih merupakan kajian diharapkan dapat membekali mahasiswa dalam menghadapi tantangan sosial budaya dilingkungan sekitarnya. Lebih lanjut ISBD diharapkan dapat pula membekali mahasiswa. Manusia yang berbudaya adalah manusia yang meniaga tata aturan hidup. Jika seandainya problem sosial budaya tidak dipecahkan, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia yang menjurus kearah budaya yang tidak beretika. Maka dapat dikatakan ISBD : adalah ‘’pengetahuan metodis,koheren,dan sistem yang mengkaji realitas/kedudukan manusia sebagai makhluk individual sosial dan budaya.

C.     ISBD SEBAGAI MATAKULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) DAN PENDIDIKAN  UMUM.
1.      ISBD Merupakan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)
Dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum terdiri atas:
·         Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK)
·         Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK)
·         Kelompok matakuliah keahlian berkarya (MKB)
·         Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB)
·         Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)

A.    Visi ISBD sebagai MBB
Mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan, sosial kemempuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi, dan seni

B.     Misi ISBD Sebagai MBB
Menumbuh kembangkan daya kritis,daya kreatif,apresiasi,dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai sosial dan budaya demi menetapkan kepribadiaannya sebagai bekal hidup bermasyarakat

C.     Kompentensi ISBD Sebagai MBB
Standar kompentensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa meliputi berfikir kritis,kreatif sistemantik dan ilmiah terhadap pelestarian sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup,mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi,dan seni, serta dapat ikt berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial,budaya,dan lingkungan hidup secara arif.

D.    Metode pembelajaran ISBD sebagai MBB
Sebagai kelompok MBB,ISBD Harus diajarkan dengan metode sebagai berikut.;
1.      Proses pembelajaran diselengarakan secara interaktif,inspiratif,menyenangkan,menantang serta memotivasi peserta didik agar dan untuk berpartisipasi aktif.
2.      Pembelajaran yang diselangarakan merupakan proses yang mendidik yang didalamnya terjadi pembahasan kritis,analitis,induktif,deduktif dan reflektif
3.      Pembelajaran yang diselenggarakan dalam bentuk aktivitas proses pembelajaran seperti kuliah tatap muka,ceramah,dialog (diskusi)
4.      Pembelajaran yang meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan kesadaraan bahwa pembelajaran berkehidupan bermasyarakat yang merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis dalam kehidupan global.
Melalui visi,misi kompetensi dan metode pembelajaran ISBD tersebut diatas,diharapkan tujuan yang ingin dicapai oleh ISBD dapat terlaksana sehingga pesrta didik nantinya dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ditengah-tengah masyarakat. Artinya  ISBD tidak mengingginkan pesrta didik yang hanya berperan sebagai ‘penonton’ dalam masyarakat.
2.      ISBD Sebagai program pendidikan umum
Sistem pendidikan modern cendrung mengarah pada suatu proses “dehumanisasi” yang ditandai oleh penajaman kejian keilmuan atau spesialisasi berlebihan dalam bidang-bidang tertentu, tetapi merupakan aspek pembentukan karakter. Mereka menjadi suatu generasi yang miskin akan nilai-nilai kemanusiaan yang hakikat mereka masuk kedalam persaingan global dengan menghalakan segala cara demi mencapai kesuksesan material semata. Di amerika serikat,konsep general education diadakan.dan dilatar belakangi oleh alasan berikut (dalam laporan lima puluh tahunan dari nartion sciety for the study of eductaion tahun 1958)
·         Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan,dimana para spesialis telah “mendewasakan” hasil-hasil temuannya yang menakjubkan,sementara mereka lupa pada nilai-nilai ensensial kemanusiaan
·         Sebagai reaksi terhadap kepincangan penguasaan minta-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas
·         Sebabai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal.
·         Sebagai reaksi terhadap pengotak-kotakan kurikulum dan pecahanya pengalaman belajar siswa
Di indonesia,konsep general education yang diartikan dengan pendidikan umum berangkat dari undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. ISBD disamping matakuliah umum artinya, semisal pendidikan kewarganeggaran dan bahasa mengambil peran sebagai program pendidikan umum yang bersifat mangantar mahasiswa untuk memiliki kemampuan personal. (kemampuan pribadian yang meliputi sikap,tingkah laku dan nilai-nilai).
Dalam hal ini kemampuan personal yang harus dimiliki oleh mahasiswa adalah berkaitan dengan kemampuan mereka untuk menempatkan diri sebagai anggota masyarakat yang tidak terpisahkan dari masyarakat itu sendiri,serta kemampuan untuk memiliki tanggung jawab  sosial kemasyarakataan

D.    ISBD SEBAGAI  ALTERNATIF  PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA
Seperti yang telah diketahui bahwa ISBD merupakan disiplin ilmu yang memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mahasiwa mampu mengkaji alternatif pemecahan atas masalah tersebut. Artinya berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari kajian ISBD , mahasiswa dapat mengoreantasikan diri untuk selanjutnya mampu mengetahui kearah mana pemecahan masalah harus dilakukan.
Dari penjabaran di atas, tidak mengherankan jika kemudian perguruan tinggi memberlakukan ISBD sebagai matakuliah wajib untuk berbagai jurusan/program studi. Tujuannya agar pendekatan sosial dan budaya dapat dipertimbaangkan dalam rangka mencari alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam masyarakat.




BAB II

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA


A.    HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
1.      HAKIKAT MANUSIA
Manusia adalah makhluk yang luar biasa kempleks dan sempurna yang di ciptakan oleh tuhan yang maha esa. Manusia diciptakan dengan memiliki keunikan tersendiri manusia yang satu tidak akan bisa menjadi seperti manusia lainnya.walau bagaimanapn upayannya untuk mengidentifikasikan dirinya dengan manusia lain tersebut .manusia hanya bisa menjadi dirinya sendiri karena itulah dirinya dan itulah hakikatnya dirinya sebagai manusia yang melekat dalam pribadinya sendiri.
Manusia memiliki daya indra (panca indra) dan daya rasa. Panca indra adalah alat penghubung manusia dengan lingkungan sekitar/dunia luar semua gejala yang ada pada diri manusia merupakan hasil pengenalannaya dengan lingkungan manusia yang dibagi dalam tiga tingkatan yaitu stadium estetis ,stadium etis ,stadium relegius .
Berdasarkan pendapat kierkegaard diatas, maka stadium relegius yang menyatakan bahwa manusia sebagai subjek yang individual dalam hubungannya dengan tuhan inilah yang akan membuat manusia mengetahui eksistensinya dan merubah tingkah lakunya berdasarkan keimanan yang dimilikinya.
2.      HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia dapat diartikan,manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan tuhan di dunia (bumi) dengan berfikir akan membuat manusia menjadi aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan kualitas martabat hidupnya. Kebututuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi lima tingkatan-tingkatan tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Kebutuhan fisilogis
b.      Kebutuhan akan rasa aman dan perlidungan
c.       Kebutuhan sosial
d.      Kebutuhan akan penghargaan
e.       Kebutuhan akan aktualisasi diri

Lebih lanjut dengan akar pula , manusia mampu menciptakan kebudayaan.sebagai makhluk pencinta kebudayaan, maka manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya. Makhluk yang berbudaya akan berfikir tentang bagaimana cara nya menggunakan hewan atau binatang untuk lebih memudahkan kerja manusia dan menambah hasil usahanya dalam kaitannya untuk pemenuhan kepentingan dan kebutuhan hidup sehari-hari

B.     APRESIASI TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
1.      APRESIASI TERHADAP KEMANUSIAAN
Kemanusiaan berarti hakikat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi martabatnya dan patut untuk diberikan apresiasi (penghargaan). Kemanusiaan mengambarkan sifat yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Sebagai makhluk ciptaan tuhan. Manusia memiliki harkat dan derajat yang tinggi jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
2.      APRESIASI TERHADAP KEBUDAYAAN
berdasarkan defenisi soerjono soekanto (2003;173) yang menyatakan bahwa budaya terdiri dari segala suatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif , yang mencakup segala cara atau pola-pola berfikir , merasakan , dan bertindak.berdasarkan definisinya itu harsojo mengemukakan pokok-pokok kebudayaan sebagai berikut:
a.       Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia itu sangat beranekaragam
b.      Kebudayaan itu berstruktur
c.       Kebudayaan itu dinamis
d.      Kebudayaan itu terbagi dalam berapa aspek

C.     ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
1.      ETIKA DALAM BERBUDAYA
Ahmad amin (1993) mengemukakan bahwa etika memiliki arti sebagai ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dicapai oleh manusia dalam perbuatan dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia. Jika dikaitkan dengan kebudayaan, maka manusia yang beretika akan menghasilakan budaya yang memiliki nilai etika adalah budaya yang mampu menjaga, mempertahankan ,bahkan mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia itu sendiri sebagai pencipta kebudayaan
2.      ESTETIKA DALAM BERBUDAYA
Kata estika dikutup dari bahasa yunani,yaitu nisthetikas atau aistanomai yang berarti mengamati dengan indra (kellerman, 1977;18)
Pengertian tersebut juga berkaitan dengan istilah nestheis yang berarti pengamatan.oleh karena itu estetika berbudaya tidak semata-mata dalam berbudaya harus memenuhi nilai-nilai keindahan .

D.    MEMANUSIAKAN MANUSIA
Memanusiakan manusia berarti perilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan derajat manusia lainnya memanusiakan manusia adalah tidak menindas sesamanya.contoh memanusiakan manusia adalah : jokowi (gubernur DKI jakarta) yang memindahkan pedagang kaki lima menjabat sebagai wali kota surakarta. Tanpa menggusur secara paksa,pedagang kaki lima pindah. Dijakarta pun,setelah menjabat gubernur ia membangun tanpa menggusur
Berikut bentuk dinamika kebudayaan:
a.       Penertrasi kebudayaan
b.      Pewarisan kebudayaan
c.       Perubahan kebudayaan
d.      Penyebaran kebudayaan(difusi)




BAB III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

A.    HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL

Jadi unsur manusia sebagai makhluk individu dan sosial adalah hakikat manusia berdasarkan sifat-sifat kodrati yang melekat pada dirinya yang telah ada sejak manusia diciptakan.
1.      Manusia sebagai makhluk individu sebagai makhluk individu merupakan pribadi yang terpisah berbeda dari pribadi yang lainnya karena memiliki sifat. Watak keingginan kebutuhan dan cita-cita yang berbeda satu dengan lainnya.ada pandangan yang mengembangkan pemikiran bahwa manusia pada dasarnya adalah individu yang bebas dan merdeka,yaitu paham individualisme yang menekankan pada kekhususan ,martabat,hak,dan kebebasan orang perorang yang tidak terkait dengan masyarakat atau pun megara.
2.      Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah makhluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan artinya. Manusia selalu hidup bersama dengan manusia sebagai makhluk sosial lainnya. Faktor yang menyebabkan manusia selalu hidup bermasyarakat antara lain adanya dorongan kesatuan biologis yang terdapat dalam naluri manusia , misalnya:
a.       Hasrat untuk memenuhi keperluan makan dan minum
b.      Hasrat untuk membela diri
c.       Hasrat untuk mengadakan keturunan
3.      Pentingnya sosialisasi bagi manusia sebagai makhluk individu
Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai makhluk individu manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia pasti sangat membutuhkan orang lain (proses sosialisasi) sehingga manusia disebut juga sebagai makhluk sosial. Bisa disimpulkan bahwa manusia sebagai makhluk individu sangat membutuhkan individu lainnya untuk bersosialisasi proses sosialisasi akan membuka berbagai macam cakrawalla pengetahuan yang besar bagi setiap individu.

B.     PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
1.      Peran manusia sebagai makhluk individu adalah sebagai berikut:
a.       Mewujudkan harkat dan martabat yang mulia
b.      Mengupayakan terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia
c.       Merelasasikan segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup
d.      Menuntut ilmu pengetahuan merekayasa teknologi serta memanfaatkan nya untuk kemakmuraan dan kesejahteraan

2.      Peranan manusia sebagai makhluk sosial adalah sebagai berikut:
a.       Melakukan interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok
b.      Menciptakan norma yang mengatur kehidupan sosial
c.       Mengupayakan terlaksananya kewajiban


C.     DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya untuk dapat berinteraksi adapun bentuk interaksi sosial sebagai berikut (grilln and giilin 1942):
1.      Asosiatif yaitu proses yang mengarah kepada persatuan meliputi :
a.       Akomondasi
b.      Asimilasi
c.       Akulturasi
2.      Disasosiatif , yaitu proses interaksi yang mengarah kepada perpacahan meliputi:
a.       Persaingan
b.      Pertikaian/pertentangan
c.       Kontroversi
Salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan komunikasi
·         Kontak sosial adalah berasal dari bahasa inggris yang berarti “contact” berasal dari bahasa latin yaitu “con” atau “com’ yang artinya bersama-sama dan tongere yang artinya menyentuh jadi kontak berarti sama-sama menyentuh kontak sosial itu sendiri dapat memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a.       Bersifat negatif dan positif
b.      Bersifat primer dan sekunder


·         Komunikasi
Komunikasi adalah proses memberikan tafsiran pada perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan ,gerak badan atau sikap,serta perasan-perasan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut

D.    DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT
Dilema ini mengacu pada pertanyaan , kepentingan mana yang harus didahulukan? Pertanyaan ini menimbulakan dua pandangan yang saling bertolak belakang yang dipegang oleh suatu kelompok masyarakat. Mereka yang menganut  pandangan individualisme ini mementang intervensi dari kelompok masyarakat bahkan negara atas pilihan pribadi mereka oleh karena itu , pandangan individualisme ini melawan segala pendapat. Sedangkan sosialisme itu sendiri merupakan suatu pandangan yang berpendapat bahwa kepentingan masyarakat yang harus diutamakan, yang mementingkan secara keseluruhan.


BAB IV
MANUSIA DAN PERADABAN

A.    HAKIKAT PERADABAN
Peradaban berasal dari kata “adab” yang artinnya akhlak kesopanan atau kehalusan budi pekerti , atau yang merunjuk pada sifat yang tinggi dan mulia.masyarakat adab pada dasarnya merupakan keinginan yang tulus dari manusia sebagai makhluk beradab. Masyarakat adab tidak akan mungkin tercipta tanpa dukungan oleh keinginan manusia beradab untuk membentuknya. Demikian juga masyarakat adab tidak akan mungkin ada jika menulisnya tidak beradab.

B.     EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN  DALAM  KEHIDUPAN  SOSIAL BUDAYA
1.      Evolusi budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur dan pola budaya dalam suatu masyarakat evolusi budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa
Manusia mengalami evolusi dalam 2 kali periode :
a.       Masa prasejarah atau nirleka
b.      Masa sejarah
Peradaban antara periode pra sejarah dan periode sejarah adalah:
Pada masa pra sejarah manusia belum mengenal tulisan sedangkan pada masa sejarah sudah mengenal tulisan

·         BAHASA
Bahasa merupakan “suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang lain.

Jenis-jenis zaman :
a.       Zaman batu
Zaman batu terjadi sebelum zaman logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat sebagai batu disamping kayu dan tulang zaman batu ini diperiodesasikan lagi menjadi zaman antara lain.
1.      Paleolitik (zaman batu tua)
2.      Neolitik
3.      Megalitik
b.      Zaman logam
Pada zaman logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam disamping alat-alat dari batu.orang sudah mengenal teknik melebur logam,mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan.
Zaman logam ini dibagi atas :
1.      Era tembaga
2.      Era perunggu
3.      Zaman besi
C.     DINAMIKA PERADABAN SOSIAL
Perkembangan kebudayaan yang telah mencapai taraf atau tingkatan tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya tercermin dari pada tindakan dan tingkah laku serta teknologi yang dikaitkan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi.contoh tantangan alam dan respons manusia (penerapan teknologi). Untuk mengatasi tantangan alam itu adalah :
1.      Daerah yang tandus dan kering,disikapi dengan menerapkan sistem.pertanian mengguakan sistem pot bertingkat (vertikular).
2.      Daerah rawan gempa disikapi dengan membuat rumah yang anti gempa dan lain sebagainya.

D.    PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
Peradaban global dewasa ini telah menciptakan era globalisasi ketika globalisasi diambil dari kata global,yang maknanya universal globalisasi belum memiliki definisi yang mapan,kecuali sekedar definisi kerja (working definition)
Problema peradaban global (era globalisasi). Tidak bisa di pungkiri bahwa pada peradaban global yang menciptakan era globalsasi dewasa ini,dengan berkembangnya teknologi,terutama pada teknologi komunikasi,membuat cakrawala/ilmu pengetahuan masyarakat semakin terbuka.



BAB V
MANUSIA , KERAGAMAN, DAN KESETARAAN

A.    HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA
1.      Makna keragaman manusia
Keragamaan berasal dari kata ragam yang berarti  “macam,jenis,warna,corak”.berdasarkan kamus besar bahasa indonesia. Ada tiga macam istilah yang digunakan untuk mengambarkan masyarakat yang beragam yang terdiri dari ras,agama,bahasa,dan budaya yang berbeda yaitu :
a.       Masyarakat pultura
b.      Masyarakat majemuk
c.       Masyarakat multikultural
Keragaman itu baik dari tingkat individu maupun tingkat sosial merupakan kenyataan yang harus dihadapi dan dialami

2.      Makna kesetaraan manusia
Kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat yang berarti “sama tingkatannya”.jika dikaitkan dengan keragaman,maka kesetaraan memiliki makna sebagai suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragamaan yang ada, manusia tetap memiliki kedudukan.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keragaman yang ada tidak membuat manusia menjadi tidak sederajat atau tidak sama setara, akan tetapi manusia tetap setara atau sederajat dengan manusia lainnya walaupun memiliki perbedaan.


B.     KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Majemuk berarti “banyak ragam,beraneka jenis” ciri utama masyarakat mejemuk adalah : “hidup berkelompok yang berdampingan secara fisik,tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung dalam sebuah satuan politik. Diindonesia sendiri, sebagai sebuah negara yang majemuk, kemajemukan masyarakat indonesia itu berdasarkan atas unsur ras dan etnik
1.      Ras
Ras adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan kesukuan yang diwarisi berdasarkan karakter biologis, manusia dapat dikelompokan dalam bagian ras, antara lain:
a.       Ras kaukasoid
b.      Mongoloid
c.       Negroid
d.      Australoid
e.       Melanesia

2.      Etnik atau suku bangsa
Etnik adalah suatu kelompok masyarakat yang sebagian besar secara biologis maupun berkembang biak dan bertahan,mempunyai nilai budaya sama dan sadar akan kebersamaan dalam suatu bentuk budaya.

C.     KEMAJEMUKAN DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA
1.      Kemajemukan sebagai kekayaan bangsa indonesia
Kekayaan yang terefleksi dari kemajemukan etnis,budaya dan agama mengantarkan indonesia menjadi sebuah negera dengan kekuatan budaya yang khas didunia. Sekaligus mengantarkan indonesia menjadi cermin bangsa-bangsa didunia yang mampu menyatu dalam kemajemukan

2.      Kesetaraan sebagai warga bangsa indonesia
Kesetaraan dalam derajat kemanusiaan dapat terwujud dalam praktik nyata dengan adanya pranata-pranata sosial,terutama pranata hukum,yang merupakan mekanisme kontrol yang secara ketat dan adil mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kesetaraan dalam kehidupan nyata.





BAB VI
HAKIKAT FUNGSI DAN PERWUJUDAN NILAI MORAL DAN HUKUM

A.    HAKIKAT FUNGSI DAN PERWUJUDAN NILAI
1.      HAKIKAT FUNGSI DAN PERWUJUDAN
Pengertian nilai menurut (dalam agung s.s  raharjo,2009) mengemukakan bahwa nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tetang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.
Nilai itu sendiri terbagi menjadi 2,yaitu nilai bersifat objektif dan bersifat subjektif.nilai memiliki fungsi antara lain sebagai berikut :
a.       Fungsi nilai sebagai standar
b.      Fungsi nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan
c.       Fungsi motivasi

2.      Hakikat, fingsi , dan perwujudan moral
Penegrtian moral dalam bahasa indonesia adalah akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin.moral berfungsi sebagai landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun dalam lingkungan keluarga. Sumaryono (1995) mengklasifikasikan moralitas atas beberapa bagian,yaitu sebagai berikut :
a.       Moralitas objektif
b.      Moralitas subjektif
c.       Moralitas intrinsik
d.      Moralitas ekstrinsik

3.      Hakikat, fungsi, dan perwujudaan hukum
Pengertian hukum menurut plato menyatakan bahwa hukum adalah sistem peraturan-peraturan yang tertarur dan tersusun baik yang mengikat masyarakat. Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya hukum merupakan seperangkat aturan dalam masyarakat yang sanksi bagi pelanggarnya.tujuan hukum adalah untuk menjamin kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus bersendikan pada rasa keadilan. Hukum merupakan perwujudan dari norma. Norma hukum itu sendiri berasal dari norma agama norma kesusilaan dan norma kesopanan

B.     KEADILAN,KETERTIBAN, DAN KESEJAHTERAAH
1.      Hakikat keadilan yang berarti menempatkan sesuatu ditengah,tidak berat sebelah atau menempatkan suatu pada tempatnya. Keadilaan adalah kondisi kebenaraan ideal secara moral mengenai sesuatu hal.baik menyangkut benda atau orang. Keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar.
2.      Hakikat ketertiban
Yang berarti aturan atau peraturan yang baik (kamus besar bahasa/KBBI, 2008) . ketertiban didukung oleh tatanan yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai sifat yang tidak sama pula.
3.      Hakikat kesejahteraan
Kesejahteraan merupakan dambaan bagi setiap individu di dalam kesejahteraan berarti manusia sudah berada pula pada kondisi makmur, dalam artian mampu mencakupi keutuhan hidup manusia sendiri

C.     PROBLEMANTIKA NILAI,MORAL,DAN HUKUM DALAM MASYARAKAT DAN NEGARA
1.       Problematika Nilai
Nilai yang menjadi pegangan seseorang atau sesuatu kelompok dalam mengatur tingkah laku dalam kehidupan kelompok tersebut,tentunya tidak akan terlepas dari tindakan-tindakan pelanggaran atas nilai itu sendiri ,bagi masyarakat profesi,nilai diwujudkan dengan membuat kode etik profesi yang berisi nilai-nilai yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan sekaitan dengan profesi yang diembannya.
2.      Problematika moral
Problematika moral terjadi karena pelanggaran terhadap moral,antara lain ; kasus perselingkuhan yang dilakukan sejumlah guru,baik antara sesama guru maupun dengan siswa. Moral yang dimiliki seseorang juga akan memicu “transfer” moral kepada temannya,apalagi dalam dunia remaja.
3.      Problematika hukum
Problema hukum selanjutnya adalah hukum selalu digunakan oleh penguasa sebagai “alat legitimasi” untuk berbuat semaunya. Hukum diciptakan bukan untuk kebaikan berasama, tetapi lebih untuk menguntungkan salah satu pihak atau kelompok saja menyengsaraakan masyarakat banyak.
Problematika nilai,moral dan hukum dalam masyarakat dan negara yang berupa pelanggaran terhadap nilai,moral, dan hukum di atas memiliki perbedaan masing-masing.





BAB VII
MANUSIA,SAINS,TEKNOLOGI, DAN SENI

A.    HAKIKAT DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI ,DAN SENI BAGI MANUSIA
1.      Hakikat dan makna sains
Sains merupakan ilmu yang bersifat teoritis,sehingga sains tidak memiliki wujud. Dan hanya bisa dipelajari dan nantinya akan menghasilkan teknologi.sians dikatakan sebagai ilmu karena sains memenuhi unsur-unsur /ciri-ciri suatu ilmu yaitu sistematika, adanya objek kajian ruanglingkup kajian, dan memiliki metode yang diterapkan serta dikembangkan. Beradasarkan uraian diatas , dapat disimpulkan bahwa ilmu (sains)  sesungguhnya merupakan pengetahuan yang sudah mencapai taraf tertentu yang telah memenuhi sistematika,memiliki objek kajian dan metode pembahasan akan kajian tersebut.
Selanjutnya ilmu pengetahuan dikatakan harus berpijak pada sistem nilai, akan tetapi harus diakui bahwa untuk perkembangan ilmu pengetahuan, ia dapat bebas “ dari nilai.
2.      Hakikat teknologi
Selanjutnya borwn  (1980) menyatakan bahwa teknologi pada hakikatnya merupkan penerapan oleh manusia guna mengerjakan suatu yang diinginkan. Sebagai contoh, pada abad-abad sebelum adanya alat bedah canggih, seorang pasien yang memerlukan operasi pembedahan harus menghadapi alat-alat operasi yang mengertikan tanpa obat bius.
Teknologi digunakan untuk memanfaatkan gejala alam dan mengubahnya.
3.      Hakikat seni
Seni pada hakikatnya bisa dilihat dalam inetraksi ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat dikatakan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Seni selalu berkembang seiring bergulingnya waktu dan hanya dibatasi oleh kempuan dan kesempatan sang seiman pada zamanya/waktu tertentu . walau begitu seni tetaplah merupakan benda mati yang bentuknya bergantung kepada keinginan pencipta/pembuatannya.
4.      Aplikasi sains, teknologi dan seni
Ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) memiliki hubungan yang sangat erat. Ilmu pengetahuan dapat diaplikasikan melalui teknologi sehingga dikatakan bahwa “science without technology has no fruit,technology without science has no root” (sains tanpa teknologi bagai pohon tak berbuah, teknologi tanpa sains bagai pohon tak berakar). Dalam perkembangannya, IPTEKS kemudian diaplikasi dalam kehidupan secara lebih modern (peradaban). Saat ini manusia sudah mengaplikasikan IPTEKS dengan menciptakan teknologi canggih yang digunakan untuk mempermudah dan meringankan beban kerja mereka.

B.     DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
   Pada saat ini perkembangan IPTEKS sudah sedemikian pesatnya, bahkan telah berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan manusia dan pengaruh tersebut menyangkut pola pikir, pola kerja, pola hidup maupun tingkah lakunya. Semestinya semakin tinggi penguasaan terhadap IPTEKS harusnya manusia semakin kritis dalam berpikir, semakin disiplin dalam bekerja dan semakin efisien dalam bertindak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa IPTEKS memiliki dampak positif dan negatif. Secara umum dampak positif dari kemajuan ipteks adalah kemajuan-kemajuan dalam beraktivitas.

C.     PROBLEMATIKA PEMANFAATAN IPTEKS INDONESIA
Ada empat ilmu pengetahuan dan teknologi strategis yang akan menentukan masa depan dunia, yaitu: material,energi,mikroelektronik, dan bioteknologi (rahardi ramelan, dalam herimanto dan winarno,2010:165). Seperti yang sering disinggung sebelumnya,pemanfaatan IPTEKS oleh manusia terutama dalam memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup. Contoh sederhana adalah dengan dikembangkan sarana transportasi,manusia bisa bergerak dan melakukan mobilisasi dengan cepat.

























BAB VIII
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A.    HAKIKAT DAN MAKNA LINGKUNGAN BAGI MANUSIA
Manusia merupakan makhluk yang cepat beradaptasi dengan  lingkungan. Adaptasi ini sangat diperlukan agar manusia dapat bertahan hidup dari seleksi alam. Oleh sebab itu makna lingkungan sebagai tempat tinggal manusia juga sebagai teman hidup manusia. Dalam ilmu biologi,lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam,seperti : tanah air,energi surya, mineral, serta flora,dan fauna yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana mengunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan dapat dibentuk lingkungan buatan adalah lingkungan fisik. Lingkungan alam adalah keadaan yang diciptakan oleh tuhan untuk manusia,seperti air, tanah, pohon, udara, sungai, dan lain sebagainya.

B.     KUALITAS LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
1.      Lingkungan dan kesejahteraan
Lingkungan dapat diberikan sumber kehidupan agar manusia menjadi sejahtera , artinya lingkungan hidup menjadi sumber dalam mendukung kehidupan, dan diharapkan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia. Kondisi itu masih berlanjut hingga sekarang. Dewasa ini pun manusia tetap menginginkan lingkungan yang mampu mendukung kesejahteraan. Beda dengan zaman dahulu jika manusia selalu berpindah jika lingkungan sudah dianggap tidak mampu lagi memberi kesejahteraan,maka sekarang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki, manusia tidak lagi perlu hidup berpindah (modern)
2.      Penduduk ,lingkungan, dan ,kesejahteraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan dan kesejahteraan. Penduduk merupakan orang-orang yang berdomisili atau tinggal disuatu Tempat (Lingkungan) secara bersama-sama menyelengarakan kehidupannya dalam jangka waktu yang lama. Artinya penduduk membutuhkan lingkungan untuk bisa hidup menetap dan mengembangkan diri. Akan tetapi, suatu hal yang tidak boleh dilupakan untuk melakukan pembangunan guna mancapai kesejahteraan adalah kualitas penduduk. Penduduk yang berkualitas (meliputi tingkat pendidikan,skill, dan etos kerja) akan mampu melakukan pembangunan yang berdaya guna tinggi sehingga akan menciptakan kesejahteraan.

C.     PROBLEMATIKA  LINGKUNGAN  SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT
1.      Problematika pengelolahan lingkungan
Lingkungan dapat mengalami suatu perubahan dalam proses interaksi dengan hidup manusia. Perubahan lingkungan banyak terjadi di daerah kota bila dibandingkan dengan daerah pelosok (pedesaan) dimana penduduknya lebih sedikit dan terkesan “primitif”. Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Dampak dari perubahan lingkungan belum tentu sama, tetapi manusia yang memiliki kemampuan berfikir dan penalaran yang tinggi, memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang, makanya manusia diharapkan mampu untuk menghadapi serta mengatasi.
·         Berikut diberikan contoh perubahan lingkungan yang berdampak positif
a.       Penebangan pohon untuk dimanfaatkan kayunya yang berdampak kembai pohon untuk mengganti yang telah ditebang
b.      Penanaman kembali pohon karena kebakaran untuk daerah resapan air dan mencegah erosi
·         Sementara itu , berikut merupakan contoh perubahan lingkungan yang berdampak negatif
a.       Terjadinya erosi karena penggundulan hutan
b.      Berkurangnya ekosistem yang hidup di air karena terjadi pencemaran di air

2.      Problematika lingkungan sosial budaya
Selain berinteraksi dengan lingkungan manusia juga berinteraksi dengan manusia lain. Lingkungan tempat manusia mengadakan interaksi dengan manusia lain disebut dengan lingkungan sosial budaya, karena disanalah manusia melakukan sosialisasi dengan sesama manusia dan menciptakan kebudayaan. Problematika dalam lingkungan sosial budaya masyarakat merupakan permasalahan karena menyangkut tata kelakuan yang abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum, dan bersifat merusak. Problema sosial timbul dari kekuranggan dalam diri manusia atau kelompok manusia yang bersumber dari faktor ekonomi (seperti kemiskinan,kelaparan,pengangguran), biologis (seperti wabah penyakit). (seperti: bunuh diri,sakit jiwa), dan kebudayaan (seperti: perceraian,kejahatan,kenakalan anak, sehingga konflik ras.)
Beberapa contoh permasalahan lingkungan yang sering terjadi adalah sebagai berikut :
a.       Kekeringan
b.      Banjir
c.       Longsor
d.      Erosi
e.       Intrusi air laut
f.       Kebakaran hutan

Wabah penyakit adalah wabah istilah untuk menyebutkan kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang maupun untuk menyebutkan penyakit yang menyebar tersebut. Wabah dapat terbatas pada lingkup hidup yang lebih luas atau bahkan lingkup global.    



DAFTAR PUSTAKA
Budi juliardi.2014, ilmu sosial budaya dasar . Bandung. Alfabeta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar